Sunday, May 15, 2016

Never seen before

yang menjadi indah
menunggu bulan sinarkan langit 
di malam waktu , 
tidak selalunya menunggu tibanya cahaya menembusi,
siulan semut merah lebih kuat dari suasana disebelah,
kita sama-sama membuntu angin meniupkan bibir
agar terus pantas bergetar membuahkan bicara, 
berlari mengejar lalu kita pun bergolek ,
merebut pasir membentuk istana
khayalan  terus kita kesana lagi,
mengatakan segala kecelaruan ,
mencantikkan segala keserasiaan 
yang mampu untuk utuhkan,
tali yang diikatkan pada sampan di tepi belokan itu, 
terbuka dan dijalinkan dengan setiap keinginan kita, 
Melupakan kensenyapan yang sementara, 

No comments:

Post a Comment




Of my instant thoughts,daily conversations,wildest dreams and I put them into stories.These writings were all uninspired .But,all the ones from which I truly remembered for many days and never will be forgotten.