Engkau himpun kasih-kasih ,
Ke medan asmara,
Tapi sayang sesat ,
terperangkap dalam darah hitam ,
Sesat dalam minda kelabut,
Kudrat tiada dayanya,
jauh aku tak pergi,
Duduk damping dinding kelabu,
Hiasi dengan lukisan rindu,
Tapi sayang , titisan darah
Menunggu detik itu pergi,
Sunyi dan sabar menemani waktu,
lukisan rindu direnungi ,
seirama dengan rentak hiba,
Titisan air menderasi jiwa,
Datang engkau ke mari,
Disisiku , Dalam tidurku,
Dalam setiap mimpi,
Hadirmu Selalu.
No comments:
Post a Comment